Sabtu, 20 November 2021

SINERGI ASYIK, SUKSES PEMBELAJARAN DARING BAGIAN 2

 oleh Lasmi Ningsih

Pembelajaran daring atau tatap  muka mempunyai keuntungan dan kerugian. Di Kabupaten Tangerang, pembelajaran daring dimulai sejak tanggal 16 Maret 2019. Saya bersyukur kepada Allah SWT atas diberlakukannya pembelajaran dari rumah ini. Saya dan  25 murid saya terhindar dari bencana.  Karena pada tanggal 31 Maret 2019 pukul 09.00 WIB  ruang kelas Saya roboh.  Saya tidak bisa membayangkan andai Saya dan anak murid belajar tatap muka. 

Guru professional senantiasa melakukan refleksi setelah melakukan pembelajaran. Dalam skala kecil refleksi bermanfaat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Lebih luas lagi refleksi pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pendidikan suatu bangsa. Seperti apa wajah Indonesia di masa datang, salah satunya tergantung dari mau tidaknya guru melakukan refleksi di kelas.

Refleksi guru meliputi ketercapaian tujuan pembelajaran, proses kegiatan belajar mengajar, penggunaan media pembelajaran ,interaksi antara guru, dan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung serta sarana prasana. Baik kekurangan ataupun kelebihannya. Jika pada semester sebelumnya kita mengajar daring seadanya. Dengan refleksi, kita berusaha mengajar daring lebih berkualitas.

Membangun sinergi antara guru dan orang tua murid menjadi salah satu kunci kesuksesan pembelajaran daring di masa social distancing akibat pandemi Covid-19. Beberapa hal berbeda perlu dipersiapkan dan dilakukan guru sebelum memasuki tahun ajaran baru 2020-2021. Dengan harapan pembelajaran daring sukses, anak-anak gembira belajar, dan orang tua pun terhindar dari stress.

Yang pertama, guru hendaknya berkenalan atau melakukan orientasi dengan calon orang tua/wali murid baru. Hal ini dapat dilakukan dengan hadir ketika pembagian rapot kelas sebelumnya. Sebelum pembagian rapot tentu saja guru sudah mendapatkan pembagian tugas mengajar dari kepala sekolah.

Apa saja yang dibicarakan ketika masa orientasi? Guru memperkenalkan diri sebagai wali kelas baru. Selanjutnya guru juga memberikan gambaran seperti apa pembelajaran yang akan dilakukan selama 6 bulan kedepan. Media pembelajaran apa yang akan dipakai dengan mempertimbangkan keterbatasan orang tua tentunya. Sehingga orang tua tidak merasa keberatan dan target  pembelajaran pun tercapai.

Hal yang tak kalah penting adalah tingkat kepenguasaan guru akan teknologi informasi untuk menunjang pembelajaran. Jika pada awalnya guru merasa terpaksa belajar teknologi, saat ini guru harus dengan sadar berlari  dengan gembira mengejar ketertinggalan teknologi. Jika tidak, pembelajaran akan monoton. Sebatas memberikan tugas, baca materi pelajaran, kerjakan lembar kerja siswa. Akibatnya anak merasa bosan dan enggan mengikuti pelajaran.

Persiapan yang tak kalah penting dalam pembelajaran daring ini, guru membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran. Akan seperti apa guru mengajar dikelas hendaknya tertuang dalam rencana ini. Berdasarkan Surat Edaran Mentri Pendidikan dan Kebudayaan No. 14 tahun 2019, hanya 3 komponen yang ada dalam RPP selain identitas sekolah dan mata pelajaran, yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian pembelajaran.

Tujuan Pendidikan Nasional Indonesia berdasarkan UU No.20 Tahun 2003 adalah mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berdasarkan tujuan di atas, tujuan pembelajaran dalam RPP hendaknya memuat kompetensi kognitif, psikomotor dan sikap siswa. Kegiatan pembelajaran pun dimodifikasi berbasis proyek dan lingkungan dengan mengakomodir delapan kecerdasan siswa. Kecerdasan spasial-visul, interpersonal, musik-ritmik, linguistik-verbal, naturalis, badan-kinestetik, intrapersonal dan logis-matematis (Bobbi de Potter). Selain itu penilaian pembelajaran pun diambil dari tiga ranah, kognitif, psikomotor dan afektif.

Pekan pertama tahun ajaran baru atau masa liburan dapat digunakan guru untuk perkenalan dengan siswa yang akan kita ajar. Kalau dalam keadaan normal kita bisa melakukan masa perkenalan ini satu pekan pertama secara langsung. Pada pembelajaran daring ini kita dapat melakukan perkenalan lewat whatsapp atau media yang sudah disepakati dengan orang tua. Guru menanyakan cita-cita siswa dan cara meraih cita-cita tersebut, pelajaran yang disenangi, serta cara belajar seperti apa yang didinginkan di kelas.

Membangun kominikasi positif antara guru dan siswa, siswa dan siswa  saling menghormati penting untuk menumbuhkan kepercayaan. Dengan harapan proses pembelajaran daring berlangsung menyenangkan, tujuan pembelajaran tercapai,kualitas pendidikan Indonesia pun meningkat.

 

 

 Juli 2020

Profil Penulis

Cita-cita tertinggi Lasminingsih  sebagai guru penulis, menulis sebagai media menuangkan  ide yang dapat dinikmati lepas dari dimensi ruang dan waktu . Media refleksi, introspeksi dan inspirasi. Manifestasi rasa syukur akan anugerah dan nikmat yang Allah  SWT berikan. Semoga berlimpah sebagai amal jariyah, kala badan telah berkalang tanah. Insya Allah.Aamiin

0 komentar:

Posting Komentar