Sabtu, 13 November 2021

Laporan Aksi Nyata Modul 1. Paradigma dan Visi Guru Penggerak



A.   Pendahuluan

    Pendidikan Guru Penggerak merupakan rangkaian program "Merdeka Belajar" yang dicanangkan Mentri Pendidikan, Riset, dan Teknologi, Bapak Nadiem Makarim. Sebagai suatu program yang bertujuan untuk menyiapkan para pemimpin pendidikan Indonesia masa depan, mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik. Dan secara  proaktif berbagi praktk baik dengan tujuan mengembangkan guru di sekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid. Guru Penggerak diharapkan sebagau teladan dan agen perubahan dalam ekosistem pendidikan dalam mewujudkan profil Pelajar Pancasila

    Dimulai dari mengubah paradigma guru terhadap pendidikan dan peserta didik, mengimplementasikannya di kelasnya. Kemudian berbagi praktik bersama guru-guru di sekolahnya masing-masing dan berlanjut ke komunitas praktisi dilingkungan setempat.

    Program ini dilaksanakan selama 9 bulan dengan sistem on job training dimana guru yang ikut dalam program guru penggerak ini masih tetap dapat melaksanakan kewajiban utamanya sebagai guru.

B.       Latar Belakang

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, bahwa pendidikan diselenggarakan agar setiap individu dapat menjadi manusia yang “beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”.
  2. Visi dari Kabupaten Tangerang  “Mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang Religius, Cerdas, Sehat dan Sejahtera”
  3. Visi SDN Panongan II Tahun 2021/2022

"Terwujudnya peserta didik yang berakhlak mulia, berkarakter, peduli lingkungan serta berwawasan global dengan dilandasi iman dan takqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa    

C.      Tujuan Aksi Nyata

Terwujudnya profil Pelajar Pancasila yang :

  1.  Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlaq mulia
  2. Mandiri
  3. Kreatif
  4. Inovatif
  5. Bergotong royong
  6. Berkebhinekaan Global

D.      Laporan Aksi Nyata

1.      1. Modul 1.1. Filosofi Pendidikan Menurut Ki Hadjar Dewantara

Sebelum mengikuti program guru pendidikan guru penggerak, saya melayani murid secara jarak jauh sebatas jam mengajar dari jam 07.00 sampai jam 14.30 WIB. Namun setelah belajar filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, Saya berusaha memberikan pelayanan lebih kepada murid. Memang belum bisa 24 jam penuh, tapi setidaknya saya selalu membalas pertanyaan atau chat anak di grup wa kelas atau chat pribadi tanpa melihat jam kerja lagi.

Setelah mempelajari filosofi KHD, Saya berusaha merubah mindset Saya tentang peserta didik. Bahwa sejatinya setiap peserta didik adalah unik dengan setiap kecerdasan yang dimilikinya. Sejak lahir siswa telah dianugerahi kodrat alam. Gurulah sebagai penuntun tumbuh kembang kodrat tersebut untuk mencapai kebahagian dan keselamatan yang selaras dengan perkembangan jaman.

Agar rencana tindakan aksi nyata saya terpantau dengan jelas, saya membuat program penerapan Filosofi Pendidikan di kelas 6 dan di SDN Panongan II berserta timelineny. Mensosialisasikan salam dan bahagia di kelas dengan menggunakan sapaan itu sebagai presensi harian. Saya memakai salam ini karena kata “ salam dan bahagia” mengandung filosofi yang dalam. Salam mengandung arti keselamatan dan kesejahteraan untuk yang mengucapkan dan yang membalasnya. Sedang bahagia merupakan sebuah kata kerja yang dengan mengucapkannya semoga dapat membawa kebahagiaan baik bagi Saya sebagai guru maupun siswa di kelas.



Saya juga berbagi praktik baik tentang Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara kepada semua dewan guru dan kepala sekolah di SDN Panongan II. Puji syukur, kepala SDN Panongan II, Ibu Hj.Emi Suhaemi,S.Pd. SD. Mendukung dan memberikan saran atas semua program yang Saya buat. Pun dengan dewan guru di SDN Panongan II. Mereka berpartisipasi aktif dalam setiap program yang kita sepakati bersama.

 

2.      2. Modul 1.2. Nilai dan Peran Guru Penggerak

Penerapan nilai guru penggerak yang saya lakukan antara lain:

a.       Akar kata mandiri adalah komitmen. Saya berusaha komitmen dengan program yang saya buat demi mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.



b.      Berusaha melakukan refleksi pekanan dari setiap aktifitas yang saya lakukan dengan menulis jurnal mingguan dan di unggah di LMS. Menggali perasaan yang saya rasakan, mengambil hikmah/pembelajaran dari setiap kegiatan yang sudah saya buat sebelumnya. Kemudian membuat rencana tindak lanjut demi perbaikan program yang saya buat.



c.       Salah satu tindakan aksi nyata Saya berpihak pada murid adalah mengintegrasikan pembelajaran PPKN untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang pertama yaitu, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlaq mulia. Adapun cara yang saya lakukan dengan meminta tagihan aktifitas ibadah harian kepada semua murid. Tagihan sholat lima waktu bagi muslim dan tagihan aktifitas ke gereja bagi nasrani. Tagihan tersebut terdokumentasikan dalam bentuk laporan bulanan yang wajib di tanda tangani orang tua sebelum diserahkan ke guru. Selain itu siswa juga mengirim foto atau video saat melakukan ibadah sholat lima waktu.




d.      Saya juga berkolaborasi dengan guru Bahasa Sunda dalam praktik menanam sayur di sekolah sebagai tagihan pembelajaran perkembangbiakan tumbuhan pada pelajara IPA.

e.       Saya berusaha membuat inovasi tagihan hasil belajar siswa. Membebaskan siswa membuat tagihan hasil belajar sesuai dengan bakat/minat nya. Ada beberapa anak yang mengirimkan puisi menanam, video praktik menanam tumbuhan, dan  gambar digital saat menanam tumbuhan.

 

Peran Guru Penggerak :

a.      Menjadi Pemimpin Pembelajaran

Saya saya mengikuti program ini, pembelajaran di kelas saya masih daring. Saya berusaha memfasilitasi keterbatasan siswa dalam mengakses internet dengan pembelajaran berdiferensiasi proses. Kelas saya menggunakan media whatsapp dalam pembelajaran daring. Ada beberapa murid hanya mempunyai paket chating sehingga jika Saya mengirimkan link video pembelajaran ada murid yang tidak bisa mengakses. Saya mencoba menangkap gambar dari video tersebut dan menjelaskan melalui pesan suara. Jika ada siswa yang tidak belajar daring, murid datang ke sekolah untuk belajar langsung. Namun tetap mematuhi protokol kesehatan dan dibagi dalam beberapa sesi. Maksimal satu sesi dua orang.

Menyiapkan media pembelajaran dengan membuat video yang diunggah di youtube


 

b.      Menggerakkan komunitas Praktisi

Sebelum membuat melakukan aksi nyata, Saya berusaha membuat program dengan timeline sejelas mungkin. Video rencana aksi nyata saya dapat dibuka di link ini



Saya senantiasa mengkomunikasikan program tersebut dengan kepala SDN Panongan II, Ibu Hj.Emi Suhaemi,S.Pd.SD. Atas saran dan masukan dari Beliau dan kesepakatan dengan dewan guru di SDN Panongan II terumuskan program unggulan di SDN Panongan II tahun 2021/2022 sebagai berikut:

1)      Senin Displin di pekan 1.

Penanggung jawab M.Anen Hernawan,S.Pd, Maryanti,S.Pd, dan Sri Pudiyeti,A.Ma.

Jenis kegiatan : Rapat evaluasi kegiatan belajar mengajar, info kedinasan, dan rencana tindak lanjut program

Foto kegiatan :

 


2)      Selasa Sehat di pekan ke 2.

Penanggung jawab Roni Herman Permana,S.Pd, Desi Ayu Suminar,S.Pd, Nani Kurniasih,S.Pd.

Jenis kegiatan : Permainan kucing tikus dan gobak sodor yang disiarkan langsung di facebook dengan klik tautan ini

Foto kegiatan:

 


3)      Rabu Literasi di pekan ke 3

Penanggung jawab : Lasminingsih,S.Pd.SD, Supitra, S.Pd, Siti Hilmiyah,S.Pd.

Jenis kegiatan:

·         Membuat soal menggunakan google formulir

·         Sosialisasi AKM

·         Budaya positif

 


4)      Kamis Nasionalis

Penanggung jawab : Hartini, S.Pd., Sri Mulyani, S.Pd.,  Aris Munandar, S.Pd.

Jenis kegiatan : Upacara penurunan bendera setengah tiang, 30 September 2021

Foto kegiatan:



5)      Jumat Rohis di pekan ke 4

Penanggung jawab: Sri Hernawati,S.Pd.I, Joko Pramono,S.Pd., Ani Kurniawan, S.Pd.

Jenis kegiatan :

·         Pengajian Jumat dengan membaca Q.S Yaasin dan tahlil

disiarkan langsung di facebook dengan menklik tautan ini

·         Pengajian Jumat membaca Al Matsurat bersama.

 

Karena masih masa pandemic Covid-19 untuk sementara program di atas hanya untuk guru.

 

c.       Menjadi Coach bagi Guru Lain



Mendampingi guru SDN Panongan II dalam membuat soal online menggunakan google formulir dan Saya tautkan ke blog SDN Panongan II. Saya juga menjadi admin blog tersebut.


d.      Mendorong Kolaborasi antar Guru

Sebuah program tidak akan sukses jika dilakukan sendirian. Saya berusaha mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki semua guru di SDN Panongan II untuk berkontribusi dalam setiap program yang saya buat. Misal: Bermusyawarah tentang penanggungjawab setiap program unggulan, meminta masukan dan refleksi atas capaian program yang saya buat selama mengikuti pendidikan guru penggerak.

 

e.       Mewujudkan Mepemimpinan Murid



Saya memotivasi siswa untuk merefleksikan pemahaman atas suatu materi pembelajaran menggunakan media tik tok. dengan mengklik tautan ini. 

Memotivasi siswa untuk menggunakan waktu sebaik mungkin untuk hal yang bermanfaat, seperti membaca buku.

 

3.      3. Modul 1.3. Visi Guru Penggerak

Mewujudkan Pelajar Pancasila di SDN Panongan II dengan meninjau ulang visi-misi SDN Panongan II bersama dewan guru dan kepala sekolah, Ibu Hj. Emi Suhaemi,S.Pd.SD. Saya juga melakukan wawancara dengan beberapa murid kelas 4,5,6, wali murid, dan guru terkait pembelajaran yang mereka inginkan di sekolah. Sehingga terumuskan visi SDN Panongan II sebagai berikut: "Terwujudnya peserta didik yang berakhlak mulia, berkarakter, peduli lingkungan serta berwawasan global dengan dilandasi iman dan takqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa  


  

4.      4. Modul 1.4. Budaya Positif

a.      Perubahan paradigma displin

Selama ini saya meyakini displin sebagai hal utama dalam mencapai kesuksesan. Displin yang saya yakini adalah pemaksaan terhadap suatu jadwal/aturan yang sudah dibuat. Setelah mendapatkan materi Budaya Positif, saya berusaha merubah mindset saya tentang displin. Bahwa displin sama dengan belajar bukan pemaksaan.

Saya juga berusaha menghilangkan ilusi-ilusi yang selama ini saya yakini dengan

·         Saya berusaha tidak memaksa murid melakukan suatu hal, jika murid tersebut tidak mau melakukan, namun tetap bertanya, “Apa yang kamu mau?” Kemudian memberikan murid pilihan.

·         Berusaha tetap memberikan apresiasi bintang kepada semua siswa yang sudah mengirimkan tagihan hasil belajar. Namun tetap membangun dialog kepada siswa tentang manfaat belajar dan mengirimkan tagihan hasil belajar.

b.      Praktik keyakinan kelas



Saya bersama siswa membuat keyakinan kelas secara daring. Dan melakukan praktik pendalaman keyakinan kelas secara tatap muka. 
Siswa menuliskan hal yang dilakukan dan Sehingga terumuskan keyakinan kelas 6 yang disingkat 4 S :

·         Semangat belajar

·         Suka bertanggung jawab

·         Saling menghormati

·         Saling menolong

Agar keyakinan kelas dipahami bersama, Saya menggunakan keyakinan kelas tersebut sebagai presensi harian di grup kelas secara bergantian setiap harinya.

c.       Praktik segitiga restitusi



Saya juga mempraktikkan segitiga restitusi kepada Levina, murid kelas 6 yang hampir satu bulan tidak mengikuti pembelajaran daring. Meskipun ketika dicek dia sedang online. Ternyata Levina lebih suka belajar secara langsung/tatap muka di sekolah. Karena ketika jadwal tatap muka terbatas berlaku di SDN Panongan II, ia tidak pernah absen.

d.      Berbagi Praktik Baik dengan guru SDN Panongan II di Rabu Literasi

   

   Saya juga berbagi praktik baik tentang Budaya Positif kepada kepala sekolah dan dewan guru SDN Panongan II. Selain itu saya juga praktik membuat keyakinan kelas dengan dewan guru. 

e.  Kumpulan Puisi 

Dalam perjalanan Pendidikan Guru Penggerak ini Saya kadang terhenyak, dan merenung. Renungan dan refleksi pemahaman materi Saya tuangkan dalam bentuk puisi. Beberapa puisi Saya unggah diblog dengan menklik tautan ini

1. Sesal 

2. Cermin Diri

3. Kicauan Ruang Kelas 

4. Rindu

5. Curah Pendapat

6. Sekolahku

7. Menanam Sayur


E. Ucapan Terima Kasih

Aksi nyata ini takkan berjalan sukses tanpa dukungan dari semua pihak yang dengan tulus ikhlas membantu, memotivasi dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk berbagi dan mengembangkan diri. 

Ucapan terima kasih kepada suami, Eko Wisnu W atas dukungan dan waktu-waktu yang penulis habiskan di depan laptop. Untuk anakku, "Terima kasih untuk pengertianmu. Maafkan mamah yang kadang menduakanmu". 

Terima kasih kepada Ibu Fasilitaor, Ibu Dwi Yoga Peni Hadyanti,M.Pd dan Ibu Hj. Wakhida Nurhayati,M.Pd atas ilmu dan motivasinya yang luar biasa dalam mendampingi saya di pendampingan individu



Tak lupa kepada Kepala SDN Panongan II, ibu Hj.Emi Suhaemi,S.Pd.SD. Hatur nuhun atas dukungan dan motivasinya. Kepada segenap teman seperjuangan dewan guru SDN Panongan II terima kasih atas kerjasamanya. Dengan Bersama Kita Bisa!

Teruntuk anak-anakku siswa kelas 4,5, dan 6 SDN Panongan II, terima kasih atas bantuannya. Tak luput, kepada semua wali murid SDN Panongan II, terima kasih yang sedalam-dalamnya. 



Aksi nyata juga dapat di saksikan di youtube dengan link ini

2 komentar:

  1. Sahabat yang selalu ku rindukan tuk selalu memberi inpirasi dan motivasi .... semangat....

    BalasHapus
  2. Terima kasih bu Minar. Sukses selalu untuk Bu Minar

    BalasHapus