Kamis, 02 Desember 2021

Guru Pamong

 Karya Lasmi Ningsih


Gempita   semesta kelas

Urai potensi terpendam

Rajut mimpi sang bintang

Untuk terbangkan berjuta senyuman


Pendampingan bermuara Profil Pelajar Pancasila

Apresiasi Rencana Tulus Inkuiri petunjuk jalan

Menuntun kodrat anak

Obrolan komunikas memberdayakan dalam  proses coaching

Niat tulus penuh kesungguhan tumbuhkan potensi

Gemakan ide-ide briliant penuh solusi


Panongan, 2 Desember 2021;13.37

Refleksi Eksplorasi konsep modul 2.3. Coaching

Kamis, 25 November 2021

Mindfullness Teacher

 Karya Lasmi Ningsih


Mengawali pagi dengan tanggung jawab diri

Insan bertaqwa yang berusaha bersyukur

Nikmati detik, keriuhan dapur

Diiringi celoteh buah hati

Fantasikan diri sebagai "wonder woman"

Uraikan kewajiban dan pilihan

Lalui waktu dengan senyum mengembang

Libaskan gerutu, tinggalkan keluh

Nafaskan solusi di otak luhur

Energikan kesadaran penuh

Sisakan hari dengan penggelolaan diri

Satu, dua ceklis deadline menanti 


Terkadang emosi negatif menyapa diri

Energi positif tersedot habis

Ambil suatu penawar yang membahagiakan diri

Cintai diri

Hembuskan dan tarik napas panjang

Efesien waktu dengan berjuta jalan keluar

Rahasia guru bahagia mengajar. 


Tangerang, 25 November 2021 ; 22.0

Minggu, 21 November 2021

Refleksi Terbimbing Modul 2.2. Pembelajaran Sosial Emosional


3 Hal menarik yang telah Saya pelajari :

a.       Praktik mindfulness dapat mencegah stress. Dengan mempraktikkan STOP (Berhenti sejenak dari semua aktifitas,  tarik napas dalam, menikmati setiap hembusan dan udara masuk, amati apa yang saya rasakan dalam tubuh saya, baru melanjutkan aktifitas saya kembali) ketika banyak pikiran atau banyaknya amanah yang ada di pundak Saya

b.      Pentingnya seorang guru mengenali emosi siswa agar proses kegiatan belajar mengajar bermanfaat dan menyenangkan bagi murid dan sukses sesuai tujuan, yaitu kebahagiaan dan keselamatan anak.

c.       Tips-tips pembelajaran sosial emosional. Bagaimana Saya dapat mengajarkan anak mengenali emosinya sendiri dengan teknik memeriksa perasaan diri dan mengidentifikasi emosi.  Pembelajaran pengelolaan emosi dengan strategi Latihan Menyadari Kondisi (Body Scanning). Membuat puisi akrostik untuk mengenali hal positif pada diri murid

 

1.      2 Hal penting yang Saya pelajari pada modul 2.2. Pembelajaran Sosial Emosional

a.       Praktik mindfulness dengan STOP

Kala lelah mendera fisik dan psikologi akibat bermacam aura negative yang tidak sengaja menghampiri diri. Saya melakukan ini :

·         Stop : berhenti dari semua aktivitas apapun

·         Take a deep breath: tarik napas dalam dengan berkesadaran penuh, menikmati setiap hembusan udara keluar dan masuk hidung, merasakan tekanan otot perut kala menahan napas

·         Observe : amati apa yang ada dilingkungan sekitar. Apa yang terjadi ? Menghadirkan Sang Maha Pencipta di setiap pengamatan

·         Proceed/lanjutkan setiap aktifitas semula

b.      Pentingnya mengajarkan Pembelajaran Sosial Emosional kepada murid. Dimulai dari murid mengenali emosinya sendiri, cara mengelola emosi, membangun kesadaran social, empati, membangun relasi dan berlatih membuat sebuah keputusan yang bertanggung jawab. Hal ini jika terus menerus dilatih sejak dini akan menghasilkan pribadi manusia Indonesia yang tangguh, memiliki daya juang dan reseliansi yang tinggi.

2.      Satu hal yang ingi coba dan terapkan dalam kelas

Membuat puisi akrostik dengan nama diri. Meskipun belum sukses karena siswa masih perlu latihan lagi.

 

Sabtu, 20 November 2021

MENCAMIL KATA SAMPAI MABUK BUKU

 Oleh Lasmi Ningsih

Sepasang suami istri menyelesaikan makan malam dengan cepat.  Menjadi kebiasaan Sang Suami membaca buku atau apa pun sebelum tidur.

“Baca apa, Mas?” tanya Si istri sambil meletakkan scangkir teh lemon madu

“Mas penasaran, mengapa Mama mewariskan buku begitu banyak.” sahut Sang suami sambil melihat dua lemari penuh buku.

Sang Suami membuka alamat email mylovelyfatih@gmail.com tempat surat-surat elektronik dari Mamanya.

Tangerang, Juli 2021

Teruntuk Mas Fatih, Sholihnya Mamah dan Ayah.

Apa kabar Mas? Semoga ketika Mas membaca surat ini, Mas dan keluarga dalam keadaan sehat.  Amin.

Saat Mama menulis surat ini, Mama baru sembuh dari sakit pasca vaksin Covid-19 yang kedua. Mama menulis surat ini, sambil menemanimu main pasir kinetik warna hijau. Yang Mas masukkan ke truk mainan.

Saat  SD , Mas pernah bertanya,” Mengapa Mama sangat suka membelikanku buku ?”

Bahkan Mama rela ikut arisan atau kredit buku demi membelikanmu buku. Kamu ingat, buku apa yang pertama Mama belikan? Ya, buku “Muhammad Teladanku”. Karena Mama berharap kamu punya idola terbaik di dunia. Selain itu Rasul Muhammad SAW dapat memberikan menolong kita di akhirat. Buku kedua yang Mama belikan adalah “Sains Quran Menakjubkan”. Mamah berharap kamu mengenal keajaiban  Al Quran dari sudut pandang Ilmu Pengetahuan.

Mama ingin, Mas dapat merasakan manfaat membaca buku seperti yang Mama rasakan. Menjadikan buku sebagai teman setia. Mama tidak ingin Mas merasakan susahnya mencari bahan bacaan yang berkualitas seperti Mama kecil dulu.

Saat Mama masih SD, sulit mendapatkan buku cerita. Selain perpustakaan sekolah dipenuhi buku pelajaran dan minim buku cerita. Pun perpustakaan sekolah menjadi tempat pilihan terakhir untuk dikunjungi. Karena perpustakaan mirip gudang bau tak terawat. Buku bertebaran tidak beraturan di rak keropos.

Mama bersyukur mempunyai Kakak seorang guru. Karena di rumah kakekmu, Ommu menyediakan sebuah ruangan khusus untuk belajar. Lengkap dengan buku-buku tersusun rapi di atas rak buku buatan kakekmu. Meskipun rak didominasi buku pelengkap kejar paket A tak mengurangi semangat Mama untuk mencamil kata demi kata dari buku tersebut.

Sambil menunggu drama radio “Saur Sepuh” setiap jam 16.00 WIB, Mama pasti membaca buku. Salah satu buku kesukaan Mama berjudul “Siapa Punya Kuali Panjang”. Buku itu menceritakan seorang wanita cantik nan kaya yang kebingungan memasak ikan besar dan panjang hasil tangkapan suaminya. Ia keliling kampung untuk meminjam kuali panjang. Tiba di gubug yang dihuni seorang wanita sederhana.

Wanita itu berkata,” Mengapa tidak kamu potong ikan itu supaya bisa masuk ke kuali?”

Mungkin ini hanya cerita sederhana, namun sangat membekas bagi Mama. Bahwa menjadi seorang istri harus cerdas. Kecerdasan tidak hanya dari sekolah formal. Namun dapat dimulai dari bersahabat dengan buku.

Menginjak masa putih biru, Mama sangat terkesan dengan guru Bahasa Indonesia Mama. Bu Endang namanya. Mulut Mama sampai ternganga kala mendengar Beliau membacakan puisi di depan kelas. Mama merasa jatuh cinta dengan puisi. Mulai penjelajahan mencicipi macam-macam buku puisi di perpustakaan. Dari karya Chairil Anwar sampai Sutardji Caloum Bachri Mama lahap sampai mabuk.  Selain itu kata orang,” Orang yang sedang jatuh cinta mudah membuat puisi.” Betul, Mama merasakannya. Satu buku tulis, penuh coretan puisi Mama. Namun sayang buku itu raib, kala Mama merantau ke Tangerang.

Memasuki masa putih abu-abu, Mama sekolah di SMAN 2 Magelang. Sekolah favorit kedua kala itu. Awalnya Mama merasa rendah diri. Anak kampung dengan ibu tak bisa baca, sedang ayah hanya lulusan Sekolah Rakyat. Mama mengalihkan rasa itu dengan banyak membaca buku. Perpustakaan adalah tongkrongan pertama kala jeda pelajaran. Karena uang saku hanya cukup untuk beli minum dan kue pengganjal perut.

Di sekolah ini, Mama berkenalan dengan surga membaca dan menulis. Kelas satu, Mama diwajibkan membaca buku novel berbahasa Inggris. Menterjemahkan dan membuat sinopsis dalam Bahasa Inggris. Sinopsis harus diketik rapi dan dijilid. Guru PAI, memberikan tugas membaca dan menulis rangkuman Tafsir Al Quran (Tafsir Al Misbah)

Memasuki kelas dua SMA, Mama terpilih menjadi ketua pertama “Koperasi Wasis”. Koperasi yang beranggotakan semua guru dan siswa. Di akhir periode, Mama diwajibkan pidato untuk mempertanggungjawabkan satu tahun kepemimpinan Mama. Saat itu Mama ingin menangis.

 

Semalam suntuk tidak bisa tidur, "Apa yang harus aku lakukan?" 

 

Mama ingat pernah membaca  buku berjudul " Koperasi Indonesia". Mama pinjam ulang buku itu di perpustakaan. Menghafalkan pidato dari lampiran di buku tersebut. Akhirnya Mama sukses memberikan pertanggung jawaban di depan Kepala Sekolah, Dewan Guru, dan teman seangkatan berkat sebuah buku.

 

Selain itu, menjadi kewajiban setiap siswa yang mau naik kelas 3 untuk membuat sebuah karya ilmiah. Karena Mama masuk jurusa Ilmu Sosial (A3), Mama harus membuat karya ilmih tentang Ilmu Sosial. Mama bingung mau membuat karya ilmiah tentang apa. Kalau tentang Koperasi Mama harus survei ke koperasi di lingkungan sekitar. Sedang Mama anak kampung. Di sekitar rumah Mama belum ada koperasi.

 

Mama konsultasi dengan guru pembimbing, Bu Titik, Guru Bahasa Indonesia. Beliau menyarankan, kalau tidak bisa menemukan koperasi untuk bahan karya ilmiah, Mama bisa menggunakan literasi pustaka. Jadi tidak harus melakukan survei. Hanya harus banyak membaca buku.

 

Mama memberanikan diri mengajukan judul karya ilmiah “ Apresiasi Instrinsik Sastra Pujangga Lama dan Baru”. Mas tahu reaksi Bu Titik tentang judul Mama?

“Sepanjang Aku mengajar Bahasa Indonesia, lebih dari dua puluh tahun, baru kamu yang membuat karya ilmiah Bahasa Indonesia,”kata Bu Titik berkaca-kaca, sambil menyerahkan tumpukan buku koleksi Beliau untuk Mama jadikan tambahan referensi.

 

Mama mulai mabuk novel saat kelas tiga SMA. Karena di perpustakaan sekolah jumlah novel terbatas Mama mulai mencari pinjaman ke temen. Kebetulan di belakang sekolah Mama ada sebuah tempat penyewaan buku. Agar Mama bisa menyewa novel, Mama menjadi tukang cuci piring di sebuah rumah makan setiap hari Minggu.

 

Setelah lulus SMA, Orang tua Mama tidak sanggup menyekolahkan Mama. Mama memutuskan untuk bekerja di Tangerang. Di tahun kelima bekerja, Mama berkenalan dengan komunitas mengaji. Di komunitas tersebut ada kewajiban kultum dan membaca buku. Membuat Mama bercita-cita mempunyai perpustakaan pribadi. Mama mulai berlangganan majalah Ummi atau Annida. Mulai menyisihkan uang untuk membeli buku. Meski hanya satu tahun satu buku.

 

Mama merasakan banyak manfaat dari membaca buku. Salah satunya saat Mama akhirnya memutuskan menjadi seorang guru. Mama harus bisa berbicara di depan umum. Mama merasa keberanian itu dimulai sejak Mama berkenalan dengan buku Koperasi Sekolah saat SMA.

 

Selain itu, Mama bisa menjadi lebih bijaksana. Semakin banyak buku yang Mama baca, Mama dapat memandang suatu masalah dari sudut pandang berbeda. Mama menjadi lebih bijaksana, lebih optimis menghadapi hidup. Yang paling penting Mama merasa sehat dan bahagia dengan membaca buku. Dengan membaca buku, otak Mama bekerja, menelusuri huruf demi huruf. Kemudian menangkap makna tersirat dan tersurat dari buku tersebut. Semoga Mas dan keluarga meneruskan cita-cita Mama untuk mencintai buku.

 

“Mama, terimakasih untuk semua buku yang pernah Mama bacakan untukku. Meski banyak buku digital saat ini, kehadiran warisan buku secara fisik peninggalan Mama tetap tak tergantikan, ” lirih Sang Suami

 

Sambil menggengam tangan Sang suami, Si  istri berkata, “ Akupun merasakan banyak manfaat dari warisan Mama di lemari itu. Aku dapat membacakan anak-anak cerita , sukses memasak enak untuk keluarga dan bisa mengatasi perbedaan komunikasi diantara kita karena buku Mama.  Terima kasih, Ma!”

 

 

 

 

 

 

 

 Tulisan ini telah dibukukan dalam Buku Antologi KMA -OP 31 Sahabat Guru Super Indonesia dengan editor dan mentor Master Eka Wardana

 

Setelah mengikuti kelas ini Saya (Lasmi Ningsih) menjadi pribadi yang positif, buktinya:

Saya berusaha memandang permasalahan menulis yang dihadapi sebagai tantangan untuk menemukan solusi , ilmu  dan pengalaman baru, bahkan saudara baru. Menggali kenangan dan perasaan akan interaksi dengan buku dari kecil, membentuk karakter dan kepribadian Saya saat ini. Pepatah mengatakan,” Masa lalu membentuk masa depan”

 

 

 


SINERGI ASYIK, SUKSES PEMBELAJARAN DARING BAGIAN 2

 oleh Lasmi Ningsih

Pembelajaran daring atau tatap  muka mempunyai keuntungan dan kerugian. Di Kabupaten Tangerang, pembelajaran daring dimulai sejak tanggal 16 Maret 2019. Saya bersyukur kepada Allah SWT atas diberlakukannya pembelajaran dari rumah ini. Saya dan  25 murid saya terhindar dari bencana.  Karena pada tanggal 31 Maret 2019 pukul 09.00 WIB  ruang kelas Saya roboh.  Saya tidak bisa membayangkan andai Saya dan anak murid belajar tatap muka. 

Guru professional senantiasa melakukan refleksi setelah melakukan pembelajaran. Dalam skala kecil refleksi bermanfaat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Lebih luas lagi refleksi pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pendidikan suatu bangsa. Seperti apa wajah Indonesia di masa datang, salah satunya tergantung dari mau tidaknya guru melakukan refleksi di kelas.

Refleksi guru meliputi ketercapaian tujuan pembelajaran, proses kegiatan belajar mengajar, penggunaan media pembelajaran ,interaksi antara guru, dan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung serta sarana prasana. Baik kekurangan ataupun kelebihannya. Jika pada semester sebelumnya kita mengajar daring seadanya. Dengan refleksi, kita berusaha mengajar daring lebih berkualitas.

Membangun sinergi antara guru dan orang tua murid menjadi salah satu kunci kesuksesan pembelajaran daring di masa social distancing akibat pandemi Covid-19. Beberapa hal berbeda perlu dipersiapkan dan dilakukan guru sebelum memasuki tahun ajaran baru 2020-2021. Dengan harapan pembelajaran daring sukses, anak-anak gembira belajar, dan orang tua pun terhindar dari stress.

Yang pertama, guru hendaknya berkenalan atau melakukan orientasi dengan calon orang tua/wali murid baru. Hal ini dapat dilakukan dengan hadir ketika pembagian rapot kelas sebelumnya. Sebelum pembagian rapot tentu saja guru sudah mendapatkan pembagian tugas mengajar dari kepala sekolah.

Apa saja yang dibicarakan ketika masa orientasi? Guru memperkenalkan diri sebagai wali kelas baru. Selanjutnya guru juga memberikan gambaran seperti apa pembelajaran yang akan dilakukan selama 6 bulan kedepan. Media pembelajaran apa yang akan dipakai dengan mempertimbangkan keterbatasan orang tua tentunya. Sehingga orang tua tidak merasa keberatan dan target  pembelajaran pun tercapai.

Hal yang tak kalah penting adalah tingkat kepenguasaan guru akan teknologi informasi untuk menunjang pembelajaran. Jika pada awalnya guru merasa terpaksa belajar teknologi, saat ini guru harus dengan sadar berlari  dengan gembira mengejar ketertinggalan teknologi. Jika tidak, pembelajaran akan monoton. Sebatas memberikan tugas, baca materi pelajaran, kerjakan lembar kerja siswa. Akibatnya anak merasa bosan dan enggan mengikuti pelajaran.

Persiapan yang tak kalah penting dalam pembelajaran daring ini, guru membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran. Akan seperti apa guru mengajar dikelas hendaknya tertuang dalam rencana ini. Berdasarkan Surat Edaran Mentri Pendidikan dan Kebudayaan No. 14 tahun 2019, hanya 3 komponen yang ada dalam RPP selain identitas sekolah dan mata pelajaran, yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian pembelajaran.

Tujuan Pendidikan Nasional Indonesia berdasarkan UU No.20 Tahun 2003 adalah mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berdasarkan tujuan di atas, tujuan pembelajaran dalam RPP hendaknya memuat kompetensi kognitif, psikomotor dan sikap siswa. Kegiatan pembelajaran pun dimodifikasi berbasis proyek dan lingkungan dengan mengakomodir delapan kecerdasan siswa. Kecerdasan spasial-visul, interpersonal, musik-ritmik, linguistik-verbal, naturalis, badan-kinestetik, intrapersonal dan logis-matematis (Bobbi de Potter). Selain itu penilaian pembelajaran pun diambil dari tiga ranah, kognitif, psikomotor dan afektif.

Pekan pertama tahun ajaran baru atau masa liburan dapat digunakan guru untuk perkenalan dengan siswa yang akan kita ajar. Kalau dalam keadaan normal kita bisa melakukan masa perkenalan ini satu pekan pertama secara langsung. Pada pembelajaran daring ini kita dapat melakukan perkenalan lewat whatsapp atau media yang sudah disepakati dengan orang tua. Guru menanyakan cita-cita siswa dan cara meraih cita-cita tersebut, pelajaran yang disenangi, serta cara belajar seperti apa yang didinginkan di kelas.

Membangun kominikasi positif antara guru dan siswa, siswa dan siswa  saling menghormati penting untuk menumbuhkan kepercayaan. Dengan harapan proses pembelajaran daring berlangsung menyenangkan, tujuan pembelajaran tercapai,kualitas pendidikan Indonesia pun meningkat.

 

 

 Juli 2020

Profil Penulis

Cita-cita tertinggi Lasminingsih  sebagai guru penulis, menulis sebagai media menuangkan  ide yang dapat dinikmati lepas dari dimensi ruang dan waktu . Media refleksi, introspeksi dan inspirasi. Manifestasi rasa syukur akan anugerah dan nikmat yang Allah  SWT berikan. Semoga berlimpah sebagai amal jariyah, kala badan telah berkalang tanah. Insya Allah.Aamiin

Jadi Pengusaha

 Karya Habib Rizky Yusin


Hari ini aku senang sekali

Aku pergi ke sekolah

Belajar dengan giat

Ingin rasanya lulus cepat

Buat mamah, papah bangga

Rajin sholat 5 waktu

Ikhlas karena Alla Ta'ala

Zakat belum aku lakukan

Karena aku belum tahu caranya

Ya..aku baca buku saja

Yah, nilaiku kurang bagus

Untuk itu aku harus belajar lagi

Semua itu butuh kerja keras

Ingin rasanya jadi pengusaha

Nikmati hidup dengan bahagia


Puisi ini merupakan hasil karya siswa dalam praktik pembelajaran puisi akrostik dengan nama diri. Sebagai salah satu alternatif pembelajaran sosial emosional siswa 

Tangerang, 19 November 2021

Kesadaran Penuh ?

 Karya Lasmi Ningsih


Mimpi dalam riuh celoteh dunia

Ingin hening menyapa diri

Nikmati anugerah Ilahi

Dengan segala cinta

Fakir ilmu, sesakkan dada

Usia bertambah tak terasa

Lalai akan pergi kemana kita?

Lama berkubang dalam malas

Nak, bangunkan ibu akan alpa

Emban amanah ubah wajah dunia

Sadarkan diri akan setiap pikir, nafas, dan langkah

Semangat bahagia genggam dunia

 

Tangerang. 20 Nov 2021;21.09