Kamis, 24 Februari 2022

Sekolah Sebagai Ekosistem

 Eksosistem merupakan sebuah tata interaksi antara makhluk hidup dan unsur yang tidak hidup dalam sebuah lingkungan. Sebuah ekosistem mencirikan satu pola hubungan yang saling menunjang pada sebuah teritorial atau lingkungan tertentu.

JIka diibaratkan sebagai sebuah ekosistem, sekolah adalah sebuah bentuk interaksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dan abiotik (unsur yang tidak hidup). Kedua unsur ini saling berinteraksi satu sama lainnya sehingga mampu menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis. Dalam ekosistem sekolah, faktor-faktor biotik akan saling memengaruhi dan membutuhkan keterlibatan aktif satu sama lainnya. Faktor-faktor biotik yang ada dalam ekosistem sekolah di antaranya adalah:

  • Murid
  • Kepala Sekolah
  • Guru
  • Staf/Tenaga Kependidikan
  • Pengawas Sekolah
  • Orang Tua
  • Masyarakat sekitar sekolah
Selain faktor-faktor biotik yang sudah disebutkan, faktor-faktor abiotik yang juga berperan aktif dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran di antaranya adalah:

  • Keuangan
  • Sarana dan prasarana


Senin, 14 Februari 2022

Menjadi Guru Beretika (Refleksi Modul 3.1)





Education is the art of making man ethical.
Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.
~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~

 

Manusia adalah mahluk spesial diantara makhluk ciptaan Tuhan. Karena hanya manusia yang dikaruniai akal dan budi. Dalam memanfaatkan akal dan budi, manusia terikat dengan norma/etika yang disepakati bersama di masyarakat. Dari lahir, anak-anak masih belum bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Orang tuanyalah yang mendidik anak agar bisa menjadi anak beretika. 

Sejalan dengan pendiidkan mereka, anak-anak mulai sekolah dari PAUD, SD ,SMP, SMA dan perguruan tinggi. Setiap jenjang pendidikan mengajarakan norma-norma yang berlaku di masyarakat . Tentu saja berasaskan Pancasila sebagai warga negara Indonesia. Dalam memberikan pendididikan karakter/etika/budi pekerti,  tentu saja disesuaikan dengan umur mereka. Akan sangat tidak berhasil jika seorang anak usia dini diajarkan pendidikan etika anak SD atau SMP.  Tingkat perbedaan cara mengajarka pendidikan etika inilah yang disebut seni.

Kamis, 03 Februari 2022

Pengantar Modul 3.1 Kebajikan Universal

 Dalam pengambilan suatu keputusan, seringkali kita bersinggungan dengan prinsip-prinsip etika. Etika di sini tidak berkaitan dengan preferensi pribadi seseorang, namun merupakan sesuatu yang berlaku secara universal. Seseorang yang memiliki penalaran yang baik, sepantasnya menghargai konsep-konsep dan prinsip-prinsip etika yang pasti.  Prinsip-prinsip etika sendiri berdasarkan pada nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati dan disetujui bersama, lepas dari latar belakang sosial, bahasa, suku bangsa, maupun agama seseorang. Nilai-nilai kebajikan universal meliputi hal-hal seperti Keadilan, Tanggung Jawab, Kejujuran, Bersyukur, Lurus Hati, Berprinsip, Integritas, Kasih Sayang, Rajin, Komitmen, Percaya Diri, Kesabaran, dan masih banyak lagi.

Anda mengetahui bahwa salah satu rekan guru Anda memberikan les privat kepada beberapa murid pada suatu pelajaran tertentu. Murid-murid yang mengikuti les privat telah mendapatkan soal-soal yang akan dijadikan bahan tes, dan tentunya hasil tes mereka menjadi sangat baik dibandingkan dengan hasil murid-murid yang lain. Apa yang harus Anda lakukan?

Dari permasalahan tersebut di atas Anda diminta untuk membuat suatu pertimbangan yang menyangkut dua nilai kebajikan yang sama-sama Anda junjung tinggi. Di satu sisi, Anda berhadapan dengan kebenaran, berbuat yang benar berarti melaporkan sesuatu yang melanggar peraturan sekolah, di sisi yang lain, rekan guru tersebut adalah sahabat Anda, di mana nilai kesetiaan Anda sebagai seorang teman? Bila dua nilai kebajikan saling bersinggungan apa yang harus Anda lakukan? Langkah mana yang harus Anda ambil, keputusan apa yang dibuat?

Seperti yang telah kita pelajari di modul 1.4 tentang Budaya Positif,  mengajarkan nilai-nilai kebajikan merupakan hal kunci yang perlu diajarkan kepada murid-murid kita. Diane Gossen (1998) berpendapat bahwa bila kita ingin menumbuhkan motivasi instrinsik dari dalam diri seseorang maka tumbuhkan pemahaman terhadap nilai-nilai kebajikan universal

Rabu, 05 Januari 2022

Refleksi Pekan 15 (29 Nov- 4 Desember 2021) Modul 2.3.Coaching

 



Ingin praktik yang terbaik membuat Saya harus menambah beberapa pengambilan video pembelajaran aksi nyata. Seperti menambah praktik STOP saya sebelum mengajar di kelas. Hal ini saya lakukan karena saya merasa penting bagi seorang guru untuk masuk ke kelas dalam keadaan emosi yang stabil.  Tak dipungkiri bahwa guru juga manusia biasa, yang berasal dari sebuah keluarga dengan tanggung jawab tak kalah besar dengan amanah di sekolah. Jika dari rumah membawa emosi negatif ketika di sekolah perlu dinetralkan kembali dengan praktik STOP ini.

·         Berhenti dari semua aktifitas yang sedang dilakukan

·         Tarik napas, tahan dan hembuskan . Ulang beberapa kali sambil

·         Amati dan rasakan setiap udara yang masuk ke hidung, setiap anugerah yang Tuhan berikan, kesehatan, kesempatan, mata bisa melihat, kaki bisa berjalan, tangan bisa digerakkan, otak yang bisa berpikir, dll

·         Lanjutkan aktifitas setelah hati menjadi lapang

Dengan harapan ketika masuk kelas,  seorang guru benar-benar dalam keadaan bahagia. Karena sejatinya kebagahagian guru akan menular kepada murid. Jika murid belajar dengan bahagia, ilmu pengetahuan yang diterima saat itu bisa bertahan lebih lama.

Selain itu, pekan ini saya juga melakukan  refleksi pelaksanaan kolaborasi pembelajaran social emosional dan pembelajaran berdiferensiasi. Saya merasa bahagia selama melaksanakan aksi nyata ini, karena murid dapat melakukan praktik STOP sebelum mulai pembelajaran. Saat praktik merangkai sedotanpun  murid melakukan dengan gembira. Meskipun murid masih perlu dilatih kemampuan percaya diri ketika berbicara di depan umum saat sesi presentasi.

Saya merasakan banyak manfaat dari praktik STOP ini. Di tengah kesibukan menyelesaikan tugas program guru penggerak dan kewajiban di sekolah ( mengoreksi hasil PAS ) kadang perasaan jenuh dan bingung melanda. Mana yang harus didahulukan. Akhirnya dengan praktik STOP kemudian menjadwal ulang semua kegiatan sesuai skala prioritas dan deadline. Alhamdulillah semua amanah tertunaikan dengan baik.

Pekan ini saya juga berkenalan dengan sebuah praktik pengembangan diri “coaching”. Coaching merupakan sebuah ruang perjumpaan pribadi antara guru dengan murid sehingga keduanya membangun rasa percaya dalam kebebasan masing-masing. Kebebasan tercipta melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif untuk menguatkan kodrat murid.

Sebagai seorang guru , coaching sangat bermanfaat untuk membantu murid lebih merdeka dalam mengeksplorasi diri dan mengoptimalisasi potensi murid guna mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu coaching bermanfaat bagi guru untuk mengenali potensinya sendiri. Coaching juga membuka ruang emansipatif bagi guru dan murid untuk merefleksikan kebebasan mereka melalui kesepakatan dan pengakuan bersama terhadap norma-norma yang mengikat Saya dan murid. Ruang emansipatif ini memberi peluang bagi murid untuk menemukan kodratnya, potensi dirinya, dan kekuatan yang dimilikinya.

Beberapa ide yang melintas di pikiran saat belajar materi coaching ini antara lain:

·         saya akan berusaha membangun kepercayaan murid, sehingga murid bisa mengungkapkan permasalahan yang dihadapi dengan terbuka. Sehingga timbul satu pemahaman antara murid sebagai coachee dan guru sebagai coach ketika melakukan proses coaching

·         Lebih care dengan perubahan sikap  murid di kelas

·         Mempunyai buku catatan harian untuk mencatat setiap aktivitas dan keadaan murid selama proses pembelajaran.

·         Melakukan proses coaching secara periodik kepada masing-masing murid.

 

Aku Ingin

 Karya Lasmi Ningsih


Aku ingin menjadi suluh
Gerlapkan bintang di pelupuk mata

Aku ingin menjadi angin
Membelai lembut gerah perjalanan

Aku ingin menjadi api
Membakar semangat sudut hati

Aku ingin menjadi tanah
Tempat bertumbuh tunas-tunas bangsa

Aku ingin menjadi buku
Tempat mengalir berjuta hikmah dan ilmu

Aku ingin menjadi pena
Gores sejarah di keabadian

Aku ingin menjadi air
Hilangkan dahaga insan mulia

Aku ingin menjadi sabun
Pembersih luka ketidaktahuan

Aku ingin menjadi sapu tangan
Setia menyeka peluh kejar impian

Aku ingin menjadi handphone
Tiap desah napas dalam genggaman

Aku ingin menjadi bahu

Penuh cinta  memberi sandaran 


Aku ingin menjadi pohon
Berbuah di ujung senja


Tangerang, 5 Jan 2022

Selasa, 04 Januari 2022

Bu, aku Ingin

 Karya Lasmi Ningsih

Bu, jika aku dewasa

Aku ingin membaca dunia
Di kelas penuh cinta

Aku ingin menjadi pelajar Pancasila
Indah tutur kataku
Displin sujud 5 waktu
Bergandengan tangan penuh cinta
Memadu ide
Bersama menjadi terbaik

Aku ingin kau dengar aku
Beri aku sedikit waktu
Bereksplorasi
Menjelajah beraneka wajah pembelajaran

Aku ingin bahagia belajar
cintai kekuranganku
hargai kemerdekaanku
Sinarkan kekuatanku
Dengan belai kasih


Tangerang, 22 Desember 2021

Kelas C Asyik

Keliau pelita menolak padam
Efikasi diri ditempa sembilan bulan
Langitkan mimpi, bumikan budi pekerti
Akhlaq mulia tapaki samudera
Simpul teladan

Cinta dan kasih

Antarkan Sang Bintang membuana
Sinari semesta
Yakinkan diri kelola emosi
Internalisasi nilai- nilai Pancasila
Katalisasi masa depan generasi emas  Indonesia